Kamis, 09 Oktober 2008

pEmbErsIhan NamA...


Beberapa bulan yang lalu masyarakat dikejutkan dengan berita sidak KPK ke tubuh dirjen bea cukai, alhasil dengan sidak tersebut KPK berhasil menyita uang-uang tunai yang diduga hasil suap dan beberapa amplop berisikan uang dan bertuliskan " uang makan " atau " luluskan ".

Sekali lagi dirjen bea cukai tercoreng dengan penemuan KPK tersebut, untuk mengembalikan citranya yang sudah terlanjur tercoreng di masyarakat, beberapa hari yang lalu dirjen bea cukai mengekspose ke media penemuan besar barang penyelundupan dari luar negeri sebanyak 170 kontainer barang ilegal, diduga barang-barang ekspor dari cina yang gagal dikirimkan ke beberapa negara di eropa dan amerika.

Sebuah pembuktian yang tidak logis dari dirjen bea cukai. Seperti yang banyak diketahui kasus suap dan pungutan liar udah mendarah daging ditubuh dirjen yang satu ini, pungli-pungli banyak merugikan pengusaha yang jujur dan memungkinkan bagi pengusaha-pengusaha yang mengimport barang-barang ilegal. Bisa jadi penemuan 170 kontainer barang ilegal ini merupakan suatu " fenomena " yang sengaja diciptakan untuk membersihkan nama dirjen bea cukai.

13 komentar:

Kristina Dian Safitry mengatakan...

sependapat! gak masuk logika untuk membersihkan nama dengan cara demikian.

nita mengatakan...

pengembalian citra positif memang harus dilakukan utk mengembalikan kepercayaan publik pd institusi negara yg sudah coreng-moreng itu

soal apakah itu sungguh2 atau show off kita cuma bisa menebak2...mungkin yg kini dpt kita lakukan adalah melihat kinerja bea cukai ke depannya

Ivana mengatakan...

mudah2an dengan rasa malu yang mendadak muncul itu, dirjen bea cukai jadi tambah jujur,kayak om sopir di postingan saya,hehehe...

kRucIaL mengatakan...

@mbak dian
bener, munafik mereka semua...

@kak nita
citra positif memang perlu untuk dibangun, tp dengan cara yang baik...
pengekspose an penemuan barang ilegal bukan cara yang tepat mengingat penyelundupan barang2 tsb udah biasa terjadi sebelumnya dan pihak bea cukai membiarkan karena sudah disuap...
kebiasaan instasi pemerintah kita kalau belum digempleng ya duduk2 aja di kursi...

@kak Ivana
mereka itu contoh orang2 pintar yang berpikir untuk membodohi orang, tp pak sopir nya kak ivana contoh orang2 sederhana dengan pemikiran lua biasa...

Panda mengatakan...

kayaknya bener tuh, cuma akal2an bea cukai aja

Artha mengatakan...

Mudah mudahan dengan kasus ini bea cukai bisa ngubah kinerjanya dan kita sebaiknya memberikan kesempatan untuk hal tersebut

Bunda Rierie mengatakan...

aduh bunda makin kasihan dengan negara ini. Apa ada yang punya solusi..solusii.solusiiiii

elys welt mengatakan...

rasa malu sudah langka ya

laporan mengatakan...

Mereka itu preman berseragam

kapanpun mengatakan...

membersihkan nama haurs pake diterjen kali ya biar putih wkkk

cahpesisiran mengatakan...

walah.. konspirasi..

kRucIaL mengatakan...

@panda
akal2 an emang, tar klo suasana dah dingin pasti prakteknya berlangsung lagi...

@artha
kesempatan sih selalu diberikan tp merka juga sih yang sering mengecewakan kita ^^

@bunda
solusinya ap yah bun, biarkan Tuhan aj kali yah yang menghukum mereka...

@elys welt
kemaluan sih ad, tp ga punya malu y!
wkwkwkwk...

@laporan
gw suka kata2 anda, klo FPI preman berbandana yah?

@kapanpun
mungkin!

@cah pesisiran
bisa saja terjadi!

dee mengatakan...

pembersihan nama itu cuma rekayasa.. toh smp skrg juga msh sangat banyak barang black market yg msk Indonesia.. Ga cuma parfum atau HP, mobil mewah miliaran rupiah juga diselundupkan dalam kontainer.. blom lagi pungli..