Senin, 18 Agustus 2008

rEaLize n tHanKs 2 God....

Bapak itu berumur 60 tahun, dan tiap harinya bekerja pendorong gerobak yang berisi tong-tong air bersih untuk dijual... 500 perak ia kumpulkan dari penjualan per tong air yang terjual....

Sore itu setelah semua pekerjaannya selesai lelaki senja ini berjalan pulang, tersirat kelelahan diwajahnya, tubuhnya yang kurus terlihat melengkung karena rangka tubuhnya terlalu lemah untuk mengangkat beban seberat itu seharian, tapi kulihat sedikit gurat rasa bahagia di wajah kusamnya... ya, gurat bahagia, mungkin karena ia akan mengakhiri kerja kerasnya dihari ini dan segera bertemu dengan keluarga bahagianya...

Kejauhan kulihat lelaki ini berjalan lirih menuju sebuah bangunan kecil, tikar tipis dan terlihat beberapa bantalan kapuk diatasnya, sebuah kompor minyak tanah yang usang dan sebuah kotak kayu bersekat tempat ia meletakkan baju dan alat-alat rumah tangga lainnya, semua berada dalam satu ruangan yang sama, tak ada sekat pemisah. Kecil, pengab dan gelap, tiga kata itulah yang tepat menggambarkan ruangan yang ia sebut rumah...

Tapi tak kulihat seorangpun dirumah itu, " entah anaknya? atau entah isterinya? tak ada siapapun !!! " tak adakah orang disamping bapak ini untuk berkeluh kesah ataupun hanya untuk berbagi kebahagian... " ah... tak bisa kubayangkan hidup sendiri dengan beban berat dan tak ada seseorang untuk berbagi... "

Istrinya meninggalkan dirinya beberapa tahun yang lalu karena tidak tahan dengan kehidupan tak berpunya itu, bukankah seorang istri harus menerima apapun keadaan keluarganya? dan dengan kelembutan wanitanya ia berusaha menyokong lelakinya untuk tak lemah menghadapai hidup, bukankah itu tugas seorang istri? tapi sudahlah tak layak aku untuk tidak terima pada istri bapak ini...

Jangankan istrinya yang meninggalkannya, kebahagian memperoleh buah hatipun seakan tak layak untuk didapatkannya, tak ada anak, tak ada rasa menjadi seorang ayah...

" Aku tak mengerti kenapa Tuhan sekejam itu pada bapak ini? tapi aku tahu bahwa Tuhan menciptakan bapak ini agar mata kita melihat, hati kita merasa dan tangan kita berbuat...

16 komentar:

kRucIaL mengatakan...

Sorry, lumayan lama ga update blog!!!
ada sedikit hal yang sedikit perlu perhatian lebih sehingga sedikit melencengkan fokus, tapi aku sadar hal ini musti aku lalui untuk melengkapkan hidupku.... ^^

Alah ngomong apa itu??? >,<

But I'm Back...

Kristina Dian Safitry mengatakan...

salam buat bapak itu, jk bertemu. btw, kalo ngilang tuh jgn lama lama atuh adek...

nita mengatakan...

menurutku tuhan memang gak campur tangan sepenuhnya dalam kehidupan orang. banyak hal2 terjadi akibat kondisi dan proses sebab akibat yg ada di bumi...makanya ada perang, kemiskinan, kelaparan, kejahatan, penyakit

dan krn ada hal2 pedih tsb maka kita (saya setuju banget dg apa yg firman tulis) bisa melihat, merasa, dan berbuat:)

cahpesisiran mengatakan...

salut untuk bapak yang pantang menyerah bekerja keras itu.
jare2ne rek, urip iku telung perkoro: usaha, takdir, dan nasib. tapi yo embuh rek, aku ga eruh bener po gak iku.. (soale yo isih ketambahan doa, lan liyo liyane). sing penting du nthe bess lah..

kRucIaL mengatakan...

hahahah... ironis yah, di kota besar ke 2 di Indonesia masih ad aj yang kekurangan air bersih... tp tetep bersyukur juga karena masalah kurangnya air bersih jga yang membuat orang2 seperti bapak ini mendapatkan sedikit hidup... ^^

@kak kristina dian safitry
iy tak sampek in ke bpknya...
@kak nita
ouw bener tuh kak, emang awal mula kita dikasih gampang kan ma Tuhan, tp manusianya yang bikin ribet... hiks kak nita nulis Tuhan nya huruf awal pake huruf gede yah ^^
@cahpesisiran
wadoh... lak ngono yo mboh aku ga weroh mas, urip iku akeh perkorone... seng nggawe2 perkoro yo akeh ae...

diana bochiel mengatakan...

ya ampuuuuuuuun sian bgt tuh bapak..
*hiks...*
tega bgt si isterinya...
duh...alhamdulilah ayah gw gag gitu...bersyukur lah org2 yg berkecukupan...ya gag?

eeda mengatakan...

Bukannya suami isteri itu harus bersama2 dalam suka dan duka?

papapam traffic mengatakan...

maka hendaknya jadikanlah ujian hidup sebagai wahana untuk bangkit dan semangat membangun kehidupan yang lebih baik

Anonim mengatakan...

"""mata kita melihat, hati kita merasa dan tangan kita berbuat..."""

>>>
tapi SANGAT disayangkan cuman MULUT ANDA SAJA YANG 'NGOMONG DOANG'

BUKTIKAN PERBUATAN MU !!

kRucIaL mengatakan...

*moderasi mode on*

@diana bochiel
thanks to God...
@eeda
bener tuh istrinya ga fair, tp smua dah kehendak Tuhan...
@papapam traffic
sip....
@Anonim
waks....
untuk urusan itu mungkin bukan kapasitas kita kali yah untuk ngomongin, itu urusan masing2 dengan Tuhan, apakah kita menolong atau enggak itu smua bukan urusan untuk dibahas disini...
bukankah ada peribahasa " kalau tangan kanan memberi tangan kiri ga pelu tahu "...

dee mengatakan...

menulis juga bukti perbuatan loh.. dengan tulisan, sapa tau bs membuka mata hati dan dompet atw rekening teman-teman untuk mengulurkan tangan kepada yg ga berpunya.. piss.. :))

Ivana mengatakan...

salut buat tu bapak dan juga buat kamu yang nulis...

kRucIaL mengatakan...

@dee
amien...
@Ivana
walah, ini mah lebay...

dan aku pikir smua bisa nulis dan ngmng ap aj soal sesuatu but don't judging us...

taliguci mengatakan...

mungkin bapak itu merupakan nasehat untuk kita, bahwa hidup adalah perjuangan..

acy mengatakan...

bapak itu mengingatkan acy untuk saling tolong monolong, aduh nyambung nggak yaw,he3x :)

astrid savitri mengatakan...

saya percaya Tuhan itu kalau ngasih masalah selalu satu paket dgn jalan keluarnya, dan pasti ada pesan tersembunyi di dalam setiap kisah...


(beneran deh, ini kalimat terpintar saya hari ini, hehe...)