Bapak itu berumur 60 tahun, dan tiap harinya bekerja pendorong gerobak yang berisi tong-tong air bersih untuk dijual... 500 perak ia kumpulkan dari penjualan per tong air yang terjual....
Sore itu setelah semua pekerjaannya selesai lelaki senja ini berjalan pulang, tersirat kelelahan diwajahnya, tubuhnya yang kurus terlihat melengkung karena rangka tubuhnya terlalu lemah untuk mengangkat beban seberat itu seharian, tapi kulihat sedikit gurat rasa bahagia di wajah kusamnya... ya, gurat bahagia, mungkin karena ia akan mengakhiri kerja kerasnya dihari ini dan segera bertemu dengan keluarga bahagianya...
Kejauhan kulihat lelaki ini berjalan lirih menuju sebuah bangunan kecil, tikar tipis dan terlihat beberapa bantalan kapuk diatasnya, sebuah kompor minyak tanah yang usang dan sebuah kotak kayu bersekat tempat ia meletakkan baju dan alat-alat rumah tangga lainnya, semua berada dalam satu ruangan yang sama, tak ada sekat pemisah. Kecil, pengab dan gelap, tiga kata itulah yang tepat menggambarkan ruangan yang ia sebut rumah...
Tapi tak kulihat seorangpun dirumah itu, " entah anaknya? atau entah isterinya? tak ada siapapun !!! " tak adakah orang disamping bapak ini untuk berkeluh kesah ataupun hanya untuk berbagi kebahagian... " ah... tak bisa kubayangkan hidup sendiri dengan beban berat dan tak ada seseorang untuk berbagi... "
Istrinya meninggalkan dirinya beberapa tahun yang lalu karena tidak tahan dengan kehidupan tak berpunya itu, bukankah seorang istri harus menerima apapun keadaan keluarganya? dan dengan kelembutan wanitanya ia berusaha menyokong lelakinya untuk tak lemah menghadapai hidup, bukankah itu tugas seorang istri? tapi sudahlah tak layak aku untuk tidak terima pada istri bapak ini...
Jangankan istrinya yang meninggalkannya, kebahagian memperoleh buah hatipun seakan tak layak untuk didapatkannya, tak ada anak, tak ada rasa menjadi seorang ayah...
" Aku tak mengerti kenapa Tuhan sekejam itu pada bapak ini? tapi aku tahu bahwa Tuhan menciptakan bapak ini agar mata kita melihat, hati kita merasa dan tangan kita berbuat...
Read More..